Cara Membuat Adonan Tinta Sablon Yang Tepat. Kaos Kite mau berbagi sedikit ilmu dari pengalaman kami dalam menyablon baju, yakni Cara Mencampur Tinta Sablon Yang Tepat.  Cara Membuat Adonan Tinta sablon yang pas cukup rumit dan jarang disampaikan di internet.

Cara Membuat Adonan Tinta Sablon Yang Tepat

Baik buruknya hasil sablon tergantung pada campuran tinta sablon anda, terkadang ada juga beberapa kasus diantaranya disebabkan oleh kualitas tinta pada merk tertentu yang tidak bagus.  Perbedaan antara tinta sablon murahan dan mahal hanya pada ketahanannya serta kemudahannya dalam proses sablon.  Sementara hasil sablon tidak terlalu berpengaruh baik itu tinta harganya mahal maupun yang harga standar.

Ketika pertama kali kami belajar sablon, sangat rumit bagi kami dalam menentukan komposisi yang tepat untuk pencampuran tinta sablon.  Tak jarang hasilnya meluber atau bahkan sering mampet pada screen hingga mudah luntur saat dicuci.  Setelah melewati masa percobaan yang panjang akhirnya ada beberapa tips yang mungkin bermanfaat bagi anda untuk menakar komposisi tinta sablon sehingga mendapatkan hasil dan kualitas yang prima.

Tips berikut ini cukup bermanfaat baik bagi tinta rubber, tinta minyak, maupun tinta plastisol sehingga anda dapat menemukan Cara Mencampur Tinta Sablon Yang Tepat.

cara membuat adonan tinta sablon

Pastikan Tinta Tidak Terlalu Kering

Saat penyimpanan terkadang tinta akan mengering akibat suhu yang terlalu panas sehingga ketika dibuka dari wadahnya tinta yang akan digunakan akan mengering.  Jika hal ini terjadi anda tidak bisa memaksakan untuk menggunakannya karena akan menyebabkan tinta mampet pada screen dan bahkan mengganggu jalannya rakel saat digerus.

Untuk tinta yang tidak terlalu kering masih bisa diencerkan dengan menggunakan binder (bagi tinta rubber) atau menggunakan cairan M3 (bagi tinta minyak) demikian pula dengan tinta plastisol.  Untuk mengencerkan adonan tinta plastisol bisa menggunakan minyak terpin. Apabila saat mengadon tinta terasa ada yang keras sebaiknya dibuang tinta yang beku tersebut.

Ukur Tingkat Kekentalan Tinta

Tidak ada standar baku bagi seberapa kentalkah tinta saat pengadonan, hal ini tergantung keinginan anda apakah ingin sekali gerus atau perlu 2-3 kali timpa.  Semakin encer tinta maka akan menyebabkan anda harus menimpa proses sablon hingga menutup pori-pori kain.

  • Untuk sablonan dengan area yang luas atau besar sebaiknya tinta agak sedikit kental, anda bisa melakukan tes dengan cara mengaduk dan menaikkan kayu atau sendok pengaduk sambil melihat lelehan tinta sablon.
  • Apabila tinta tidak jatuh dari sendok saat diaduk kemudian diangkat maka artinya tinta terlalu kental.
  • Apabila tinta nampak jatuh dengan perlahan tapi tidak putus maka menunjukkan bahwa tinta tersebut dalam posisi kekentalan yang baik.
  • Tinta yang terlalu encer akan jatuh dengan mudah dan tampak cair sekali, sebaiknya hal ini dihindari karena akan menyebabkan hasil sablon meluber.

Untuk memastikannya anda bisa coba sekali sablon pada media lain seperti kain bekas untuk melihat apakah kekentalan tinta sablon sudah baik.

Tentukan Area Sablon

  • Area sablon yang full dan luas sebaiknya tinta harus agak encer sehingga tinta dapat tersebar rata dan tidak mampet.  Namun resikonya anda harus menimpa sablonan tersebut hingga 2-3 kali agar menutup sempurna.  Dianjurkan bagi anda menggunakan meja presisi atau  bingkai presisi agar posisi sablon tidak berubah.
  • Area sablon yang tipis seperti garis dan gambar bertekstur halus sebaiknya agak kental sehingga cukup sekali gerus.  Area yang tipis seperti garis jangan ditimpa 2 kali kalaupun ditimpa hasilnya akan kurang presisi,  malahan meluber menjadi garis tebal.  Sehingga untuk kasus ini cukup sekali gerus saja jangan sampai 2-3 kali timpa meskipun anda menggunakan meja presisi.
  • Gunakan rakel dengan ukuran yang pas dengan area sablon, jangan gunakan satu ukuran rakel untuk semua sablonan.  Maka siapkan rakel dengan ukuran yang berbeda seperti 30 cm, 20 cm, hingga 10 cm.  Rakel yang terlalu lebar sementara area sablonnya kecil akan menyebabkan tinta menjadi boros terbuang. Meskipun anda bisa ambil kembali tetapi bisa dipastikan tidak semua tinta bisa anda kumpulkan.

Sesuaikan Besar Pori-Pori Screen (Mesh)

Untuk screen yang tipis seperti screen T90 keatas sebaiknya adonan tinta agak encer agar mudah menyerap kedalam pori-pori.  Sementara untuk screen yang kasar atau berpori besar sebaiknya tinta agak kental.

Demikian beberapa tips Cara Membuat Adonan Tinta Sablon Yang Tepat, semoga bermanfaat.  Salam sabloners.

Cara Membuat Adonan Tinta Sablon Yang Tepat

Navigasi pos


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lewat ke baris perkakas